PT KBN Persero Sasar UMKM Gulirkan Dana Bantuan PKBL

Direktur Keuangan PT. KBN (Persero), Daly Mulyana (Tengah)

PT. KBN (Persero) kembali kembali menyasar Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dalam menggulirkan dana bantuan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) di 2018 ini. Di periode ke tiga tahun ini, PT. KBN (Persero) menggulirkan dana PKBL sebesar Rp 1 miliar untuk disalurkan ke UMKM di DKI Jakarta.

Direktur Keuangan PT. KBN (Persero), Daly Mulyana mengatakan, diguirkannya dana bantuan PKBL ini tidak hanya dimaksudkan untuk permodalam UKMK semata, lebih dari itu, PT KBN Persero juga memberikan bantuan pelatihan, agar UMKM dapat tumbuh dan berkembang juga menghasilkan produk-produk yang berkualitas. Dalam kesempatan pembukaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) periode 3 tahun 2018 turut dihadiri oleh Kabag PKBL PT. KBN, Fitriani, Shanty A Devi On Board & SME's Seller Development Blanja.com dan Dody Dermawan, Konsultan UMKM.

“Program kemitraan ini merupakan program pemerintah melalui BUMN yang disalurkan untuk masyarakat (UMKM), bantuan dana yang diberikan dikhususkan untuk UMKM dengan penghasilan atau omset di bawah Rp 2,5 miliar, dengan mekanisme pengembalian dana secara dicicil, yang sangat mudah dan ringan, bunga yang ditentukan hanya 3%,” kata Daly dalam sambutannya di Kantor Pusat PT. KBN (Persero), Kamis, 11 Oktober 2018.

Menurut Daly, dana ini dikhususkan bagi pengembangan UMKM di Indonesia yang mencakup dari Sabang hingga Merauke. Dan periode ketiga tahun ini perseroan menyasar UMKM di DKI Jakarta. “Kami menyadari, pentingnya menumbuh kembangkan UMKM sebagai kekuatan ekonomi negeri ini, banyak diantaranya yang belum berkesempatan mendapatkan bimbingan serta bantuan dari kami. Dan kedepan akan kami tingkatkan dana guliran ini agar produk-produk UMKM dapat bersaing di pasar dalam negeri maupun ekspor. Ini harapan kami digulirkan dana program kemitraan ini,” kata Daly .

Daly mengungkapkan, program kemitraan ini merupakan program pemerintah melalui BUMN yang disalurkan untuk masyarakat (UMKM), bantuan dana yang diberikan dikhususkan untuk UMKM dengan penghasilan atau omset di bawah Rp 2,5 miliar, dengan mekanisme pengembalian dana secara dicicil, yang sangat mudah dan ringan, bunga yang ditentukan hanya 3%. Adapun mitra binaan mendapat bantuan paling besar Rp 40 juta diantaranya: untuk sebaran bantuan ini mencakup wilayah yakni; Bekasi 20% = Rp 210.000.000 ; Jakarta Timur 7,9% = Rp 90.000.000; Jakarta Utara 65% = Rp 732.500.000 dan Jakarta Selatan 6% = Rp 30.000.000. Sementara menilik dari jenis usahanya melingkupi, Jasa 22% = Rp 227.500.000 ; Produksi 1.5% = Rp 10.000.000; Peternakan 1.5% = Rp 15.000.000 dan Perdagangan 74.64% = Rp 810.000.000.

Dengan bunga yang kecil maka akan sangat ringan untuk mitra binaan dan UMKM dapat berkembang dengan baik. Dalam waktu dekat mitra binaan yang sudah mengikuti program PKBL ini akan diberikan pelatihan dan program jalan-jalan,” kata Daly.