Pemilik Saham PT KBN Kunjungi Lahan C-04 Di Marunda

Presiden Joko Widodo Bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang merupakan pemilik saham PT. Kawasan Berikat Nusantara (Persero) berkesempatan mengunjungi lahan perseroan di lahan c-04 di kawasan Marunda, Jakarta Utara pada 16 Oktober 2018. Selain mengunjungi lahan milik PT KBN Persero, Presiden didampingi Gubernur DKI Jakarta berkesempatan membagikan 10 ribu sertipikat kepada warga Jakarta Utara.

Dalam kunjungannya tersebut, Presiden berkesempatan mengunjungi lahan milik PT KBN (persero) di lahan C-04 di kawasan Marunda, Jakarta Utara. Kedatangan Presiden Jokowi disambut hangat oleh ribuan warga, tak sedikit yang mengambil momen tersebut untuk berselfi ria sebelum Presiden membagikan 10 ribu sertipikat kepada warga. Dalam pembagian sertifikat, turut hadir Kepala Staf Presiden Moeldoko dan Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil. 

Dalam sambutannya, Presiden Joko Widodo mengingatkan agar warga Jakarta Utara yang telah mendapatkan sertipikat agar dapat menjaganya serta berlaku bijak jika digunakan untuk modal atau agunan ke Bank. "Cilincing, Koja dan wilayah lainnya sudah dapat sertifikat semuanya? Angkat. Jangan diturunkan dulu susah ngitungnya. Saya hitung 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10...10 ribu betul? Pegang semuanya,” kata Jokowi, dalam sambutannya di Jakarta Utara, Rabu, 17 Oktober 2018.

Usai membagikan sertifikat, Presiden Jokowi juga mengingatkan kepada warga agar bisa menyimpan sertifikat dengan baik. Jika ingin digadaikan, warga dihimbau untuk dapat menghitung angsurannya agar sertifikat tak hilang karena jadi barang jaminan.

"Beri plastik dan jangan lupa fotokopi. Kalau sertipikat hilang, masih ada fotokopinya dan untuk mengurusnya kembali ke BPN lebih mudah, karena ada datanya. Kalau masing-masing sudah pegang sertipikatnya biasanya maunya disekolahkan. Bener ndak? Ngaku saja. Ingin disekolahkan nggak apa-apa, silakan dan itu adalah hak Ibu dan Bapak semua. Saya hanya titip kalau mau pinjam ke bank tolong dihitung, dikalkulasi angsurannya disesuaikan dengan kemampuan," kata Jokowi. (*)